Kabupaten Bojonegoro menjadi salah satu dari enam daerah di Jawa Timur yang mendeklarasikan pendidikan inklusif.
Daerah lain di antaranya Malang, Gresik, Trenggalek.
"Perlu dicatat Bojonegoro menjadi pelepor, pendidikan inklusif tidak hanya di Jawa Timur, tetapi di Indonesia," kata Direktur pendidikan khusus dan layanan khusus kementerian pendidikan dan kebudayaan RI, Mujito saat deklarasi di alun-alun Bojonegoro Sabtu (14/12/2013). Menurutnya, di Indonesia baru ada lima Provinsi dan sekitar 35 Kabupaten/Kota yang mendeklarasikan pendidikan inklusif. Pasalnya keterlibatan unsur pemerintah, pimpinan dan sekolah tidak sehebat di Indonesia.
Setelah adanya restu dari pimpinan daerah, pendidikan inklusif ini baru dilaksanakan."Nanti setelah dideklarasi, anak-anak bisa bersekolah disekolah yang dekat.
Sekarang ini dimana-mana permasalahannya mereka memilih tempat jauh untuk bersekolah," sambungnya.
Ditambahkan, siswa-siswi yang mempunyai kebutuhan khusus biasanya mencari SLB yang tempatnya jauh. Namun sekarang ini bisa disekolahkan dilembaga terdekat, agar tugas pihak sekolah menjadi ringan, jika gurunya sering beradaptasi dengan mereka.
"Saat ini siswa-siswi yang berkebutuhan khusus ada sekitar 34% yang tertampung, masih ada sekitar 66% dimasyarakat peserta berkebutuhan khusus yang disimpan," imbuhnya.
Sebenarnya di Bojonegoro sudah lama dilaksanakan, tetapi deklarasi ini menunggu waktu yang sesuai. Setelah adanya beberapa daerah yang sudah berhasil dengan pendidikan inklusif.
Rencananya seluruh daerah akan menerapkan pendidikan iklusif ini

Tidak ada komentar:
Posting Komentar